Living a Good Life

October 12, 2023

“People changes…”

Kembali lagi dengan tabiat lama gue yang agaknya belum bisa diubah ke arah yang lebih baik. Tabiat gue ini akhirnya gue kasih nama juga "end-year blogspot syndrome". Buat istiqomah itu sungguh sulit tapi kok ya segala tabiat buruk justru bisa konsisten gitu loh. Aneh bener aku nih.


Setahun lebih, gue nggak kemari dan tentu saja kalau gue kesini, yang gue lakukan nggak lain dan nggak bukan adalah… misuh-misuh.


Remember my previous post, ketika gue sambat karena gue hilang arah saking gabutnya dan bapakku bilang, “Nikmati saja kegabutanmu selagi kamu bisa gabut,”

SO I DO. DENGAN SENANG HATI.


Mari fast-recap dulu kehidupan ini sembari menikmati udara semilir dari kipas angin ijo yang tetep aja kalah sama temperatur Jakarta Timur yang berasa lagi di peak of summer. Katanya sih kemarin hari bakal ujan tapi sampe gini hari gue kek ikan diluar kolam, nggak bisa nafas saking sumuk nya.



Experience

Perjalanan Mencari Tempat Kursus Bahasa Inggris

March 15, 2022

Melanjutkan postingan gue sebelumnya tentang hidup gue yang no trilling no expectation and no boyrfriend setelah lulus kuliah ini, jadilah kegabutan gue yang agaknya haqiqi sampai waktu yang tidak ditentukan ini pengen gue isi dengan kegiatan yang sedikit berfaedah. Sebenernya dari lama ada hal pengen gue lakuin tapi sampe sekarang belum kesampean karena gue nggak punya waktu (alias nggak punya management waktu yang baik).

Gue pengen les bahasa inggris lagi.

Dulu gue pernah ambil general english di ILP Bogor lumayan lama dari gedungnya masih di ruko depan rumah sakit salak sampe pindah ke air mancur. Les disana hampir dua tahun berhasil nge improve english gue dari yang cupu, sampe bisa ditahap dimana gue jadi andalan guru english semasa SMAK buat bedah soal UN Bahasa Inggris dan jadi salah satu bocah dengan nilai TOEIC paling tinggi di sekolah. Bagi gue itu salah satu pencapaian mengingat gimana pas SMP gue bener-bener nggak paham grammar dan tenses yasalam -_-

Gue berhenti di Level Intermediate-4 karena waktu itu udah kelas 3 dan prioritas gue saat itu lulus UN, lulus ujian kompetensi dan ngejar SBMPTN. Sayang sebenernya tapi gue nggak sanggup les di dua tempat karena gue nggak mau gila.

Self Focus

Terus apa?

March 10, 2022

Setelah 3 bulan lalu wisuda sarjana, gue mulai sering sambat. Bukan kenapa-kenapa ya, tapi kayak gue terlalu nothing to do setelah hampir selama 26 tahun gue hidup, gue kayak dituntut untuk melakukan sesuatu. Walau bukan tuntutan yang gimana-gimana, tapi pola hidupyang kayak robot yang selama hampir seumur hidup ini gue lakuin bikin gue tetiba hilang arah ketika gue nggak lagi di tuntut untuk melakukan sesuatu. Kasarnya, goals kehidupan gue sebagai anak emak-bapak adalah jadi sarjana, tapi setelah sampai ditahap itu, setelah selesai, udahan, terus apa?

Playlist

Sleepless

January 13, 2021

After such a long time. Didiyo, I found my courage to post something. Not really important but this song– ah, really. I can’t help but recently I am into K-Female Soloist that much, for example; Heize and now it’s time for Younha. Her recently song which called– Sleepless hit me that hard.


Feel so blue, but, this song perfect for this season and really represent my mood recently. Epitone Project’s lyrics, Younha's soulful voice, Kim Seon Ho's puppy eyes and the melancholic music video are.. perfect combination.

Daily

2020 Summary

December 26, 2020

Sebenernya tahun ini bisa dikatakan tahun yang simpel kalau diliat dari "luarnya" aja. Bener kata warga twitter kalau 2020 itu cuma Januari, Februari, tahu-tahu– Desember saking cepetnya berlalu dan saking simpelnya. -_- Kerasanya emang bener kayak begitu. Setelah almost one year gue nggak nulis dimari, gue putuskan untuk nulis malem ini padahal udah 8 hari gue nggak libur kerja badan berasa mau rontok.

Kalau dilihat-lihat juga sebenernya gue emang punya kecenderungan kayak begini selama hampir 10 tahun gue nulis blog. (Kaget sendiri gue udah ngeblog selama itu Ya Allah). Kecenderungan gue itu; kurang istiqomah buat ngeblog dan entah kenapa bakal nulis banyak justru hanya di awal tahun atau akhir tahun. Bisa dilihat jadi persebaran archive gue yang mana di November-Desember itu biasanya gue bakal punya lebih dari 1 posting tiap bulannya. Mungkin emang trend gue nya gitu. Awal tahun, super exited dengan segala resolusi dan mimpi-mimpi, pertengahan tahun bakal melempem semangatnya karena terbentur realita dan terseret rutinitas dan barulah menuju akhir tahun gue ketampar, kek "Kemane aje lo setahun ini?" -___- Bahkan post South Korea gue aja belom kelar -___-

Iya, gue emang gitu anaknya.

Jadi gimana 2020 nya?

Gue cuma bisa bilang– what a year?!

Travel

Glamping Lakeside, Rancabali

October 03, 2020


Dua kali ke Ciwidey dalam 1 bulan adalah rekor terbaru jalan-jalan gue. Bahkan, masih ingat harus keluar-masuk tol mana, belok kemana, persimpangan jalannya, lika-liku jalannya, bahkan setiap alfamart yang ada di sepanjang jalan! Kalau sebelumnya bisa dibilang gue camping gembel, sekarang saatnya gue camping mevvah alias– Glamping. Gue pergi bertigaan ; Gue, forever tandem gue Alfi, dan Pangestu.

And believe me, Ciwidey can make people falling in love!

South Korea

Seoul Day 5 - Hanbok & Gyeongbok Palace

January 26, 2020


Finally, Day 5!
Hari sebelumnya ngerasa kurang memforsir diri karena badan kayaknya udah nggak kuat. Maka dari itu, setelah istirahat yang cukup panjang, di hari ke lima ini kita memulai hari dengan semangat yang penuh lagi. The most anticipated day of our trip has finally arrived as we get to try Korea's traditional clothing– Hanbok.

South Korea

Seoul Day 4 - Heunginjimun Gate

January 18, 2020


Sebenernya nggak sengaja juga nemuin tempat ini karena lokasinya yang nggak jauh dari DDP. Gate ini keliatan banget kalau dari sayap kiri DDP dan akhirnya kita meluncur kesana sembari nyusurin segal tukang dagang di sepanjang jalan di area Dongdaemun ini. 

South Korea

Seoul Day 4 - Dongdaemun Design Plaza

January 18, 2020


Karena hari ini emang nggak bikin itin yang jelas, balik lagi Ewha akhirnya memutuskan untuk lanjut jalan ke Dongdaemun Design Plaza sekalian lokasinya yang udah satu Line subway dengan Ewha Uni Station. Gue turun di Dongdaemun History and Culture Park, 7 station dari Ewha Uni Station.

South Korea

Seoul Day 4 - Ewha Womans University

January 18, 2020


Base on Anak Jajan recomendation, one of the best spot to enjoy the autumn foliage in Seoul is Ewha Womans University– on of prestigious university for female students in Seoul. Ngeliat dari foto-foto di blog nya aja udah bikin merinding.

Dari Hapjeong Station (Line 2) cuma butuh melewati tiga station untuk tiba di Ewha Womans University Station.

South Korea

Gapyeong Day 3 - Petite France

December 01, 2019


Bukan lagi Anyeong Haseyo, tapi..
Bonjour!
Hahaha..

Ke tempat ini sebetulnya 'enggak banget' karena lagi-lagi niat awal gue adalah menghindari tempat-tempat mainstream yang turis abis. Tapi karena menurut bapake kudu ke Little France ini sebagai syarat kalau sudah pernah kesini, alhasil gue memasukan tempat ini ke list itinerary.

Dari Nami Wharf untuk menuju Petite France cukup dengan menunggu Gapyeong Shuttle Bus di bus stop seperti pagi tadi. Tidak perlu membeli tiket lagi, cukup menunjukan tiket yang tadi pagi diberikan oleh ahjussi supir bus. Sayangnya, karena bus datang sedikit lebih lama dari perkiraan gue, antrian penumpang bus sudah cukup panjang dan di dalam bus kita tidak berhasil dapat duduk karena bus sudah penuh. Sialnya lagi, perjalanan dari Nami Wharf menuju Petite France ini cukup jauh. Sekitar satu jam dengan jalur pegunungan dan menukik-nukik bikin kita kudu pegangan kenceng. Jiga-nim ahjusshi yang bawa bus nya macem supir metro mini jadi siap-siaplah mabok darat.

South Korea

Gapyeong Day 3 - Nami Island

December 01, 2019


Tujuan hari selanjutnya adalah menuju tempat yang turis banget; Nami Island.
Kalau boleh jujur, sebenernya gue nggak ingin memasukan Pulau Nami ini ke dalam itinerary karena bener-bener mainstream apalagi bagi turis endonesyah. Berhubung emak gue kena gimmick nya lokasi syuting legendary drama Winter Sonata, jadilah gue memasukan tempat ini ke dalam list itinerary dan sepertinya memang tidak afdol kalau first time ke South Korea itu tidak ke Namisseom

South Korea

Seoul Day 2 - Haneul Park

November 24, 2019


Sunday, 3rd of November 2019

Happy Sunday!!

Hari ini adalah hari pertama gue akan memulai serangkaian panjang city tour di negeri nya Kang Maru. Jadi rencana hari ini adalah gue bakal cabut ke destinasi yang bakal menguras tenaga karena tujuan gue hari ini adalah pergi ke Haneul Park yang artinya– naik-naik ke atas bukit buat liat pemandangan.

Setelah tidur cukup, hari itu gue cabut lumayan pagi, sekitar pukul 07.00 KST. Gue juga mulai paham kalau Seoul itu kota yang 'bangun' nya lebih telat kalau dibanding Indonesia. Misal di Indonesia, jam 5 pagi itu suara bising kendaraan udah mulai kedengaran, orang-orang udah mulai beraktifitas dan toko-toko satu persatu buka, sedangkan Seoul ini aktifitas signifikannya baru mulai berasa dikisaran jam 9 pagi.

Hari ini gue mencoba naik dari subway station yang berbeda, Hapjeong Station karena stasiun ini satu Line dengan stasiun tujuan gue; World Cup Stadium. Karena lokasi subway station nya nggak begitu jauh dari guesthouse, tentu aja gue jalan kaki menuju kesana dan.... dalam perjalanan menuju Hapjeong Station ini akhirnya gue merasakan  autumn vibes yang hari sebelumnya nggak berhasil gue rasakan. Pohon-pohon kuning!! Jujur gue heran banget kemarinnya karena dari awal dateng, dari gue keluar airport dan sepanjang perjalanan dari Incheon ke Hongdae itu bener-bener nggak ada suasana musim gugurnya, cuma suhu doang yang dingin. Bahkan di Yeouido juga gitu, pohon-pohon kebanyakan masih hijau sampai gue berfikir kalau saat itu belum masuk autumn foliage.

South Korea

Seoul Day 1 - Yeouido Hangang Park

November 21, 2019


Tujuan gue di hari pertama setelah mendarat di Seoul hanya pergi ke satu tempat; Yeouido untuk naik cruise.

Namanya hari pertama, harinya adaptasi, tentu nggak seru kalau nggak pake drama.

Jadi ceritanya gue udah beli tiket di Klook untuk naik cruise di Hangang, gue resevasi untuk jam 17.00 siapa tahu beruntung bisa ngeliat sunset sekalian. Gue sedikit nggak menyangka sebetulnya kalau naro koper dan bebenah sedikit itu ternyata makan waktu yang lama. Prediksi gue, tengah hari kita udah bisa cabut tapi ternyata menjelang sore kita baru jalan ke subway station. Sekitar pukul 16.00 gue baru naik subway gegara drama bolak-balik hongik station - sevel hongdae - hongik station perkara keblinger top up t-money, belum lagi drama t-money nggak bisa dipake tap in, belum lagi salah masuk Line subway.  Yasalam pokoknya perjuangan untuk ke Yeouido ini, mana kaki awak sampe lecet.

Kalau dari Hongik University Station, directions nya seperti ini:
- Dari Hongik University Station (Airport Railroad Line warna tosca) ambil ke arah Seoul Station,
- Turun di Gongdeok Station, 
- Transfer ke Line 5 (warna ungu) ke arah Banghwa
- Turun di Yeouinaru Station (Exit 3)

South Korea

Seoul Day 0

November 17, 2019

Sama sekali nggak ada niatan (belum ada) untuk jadi travel blogger soalnya nggak sering jalan-jalan juga, tapi termasuk orang yang exited sama yang namanya 'liburan'.


Lalu, kenapa Korea Selatan?
Sejarah nya itu panjang.
Jadi, walaupun gue emang suka K-Drama, tapi bukan dengan modal ngayal babu bisa ketemu oppa dan bukan karena motif ingin mengejar oppa lah makanya gue ke koriya. Bukan, bukan karena itu. Sebelum K-Pop menyerang, sebelum Blackpink jadi brand ambassador nya Shoope, dari jaman So Jisub masih jabrik dan sebelum Lee Minho jadi idola emak-emak, jauh sebelum itu gue emang udah SUKA NEGARA NYA. Gue suka culture nya, gue suka attitude mereka, gue suka bagaimana negara mereka improve dari negara yang biasa saja menjadi motor teknologi dunia, gue suka alamnya, gue suka city landscaping nya, dan masih banyak lagi yang bikin gue suka sama negara itu.

Experience

Pengalaman Membuat South Korea Visa

September 27, 2019

Pengalaman pertama gue apply visa ke luar negeri. Yey!
Tragisnya, udah pertama kali, gue melakukannya SENDIRI. Sekali lagi yeorobun, S-E-N-D-I-R-I *jomblo banget gaksi? Wkwkwk.. Maksudnya, tanpa bantuan travel agent ataupun jasa pembuatan visa.

Insyaallah gue berangkat tanggal 1 November 2019 bersama papap dan mamak uwe *ulalaaa~
Pertengahan Juli kemarin, gue chat trip organizer tentang pengurusan visa dan mereka bilang pengurusan visa akan dimulai bulan depan, yang berarti Agustus. Salahnya, sampai akhir Agustus gue sama sekali nggak cek email (soale memori handphone ogut yang super jadul itu penuh jadi email ga bisa masuk otomatis). Lalu di akhir Agustus, tepat di tanggal 30, waktu itu malem Senin, gue cek email dan ternyata Trip Orainzer udah email tentang syarat pengajuan visa dari tanggal 21 Agustus. Mereka siap bantu urus dengan syarat deadline pengumpulan berkas adalah tanggal 2 September.

KAGET DONG GUE~~ T_T
Nggak mungkin gue bisa ngurus ini-itu dalam waktu dua hari. Belum lagi semua berkas gue ada di Bogor dan gue stay di Jakarta. Belum lagi kudu ke bank yang gue yakin ga bisa sekali dateng langsung beres. Belum lagi banyak isu yang bilang kalau applied visa Korea Selatan itu super ribet dan bikin deg-degan parah karena banyak yang nggak di approved. Tapi mau gimana lagi? Dengan modal Bismillah, gue tekadkan untuk ngurus sendiri.


Kalau googling, sudah banyak blog yang membagi pengalaman yang sama, tapi disini gue mau cerita kondisi gue pribadi di minggu-minggu hectic ngurus visa, siapa tahu ada yang punya keadaan yang sama persis seperti gue saat mau mengajukan visa SK.

Berkas-berkas yang harus dikumpulin adalah, sbb :

Thought

Simple Living Intentions

August 17, 2019

Dua minggu lalu, sepulang dari Bandung, gue dan ibu gue melakukan salah satu kegiatan rutin di rumah; kerja bakti besar-besaran. Bagi gue, membersihkan rumah merupakan hal yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Dari serentet kegiatan itu, melakukan decluttering lemari pakaian adalah hal yang paling nggak gue suka. Bukan karena nggak mau/nggak ikhlas membuang baju-baju tak terpakai dari dalam lemari, tapi justru karena gue already getting sick melakukan decluttering baju. Setiap setengah tahun kami rutin memisahkan baju tak terpakai tapi setiap itu masih saja didapat berkarung-karung pakaian tak terpakai. 

Papah dan Mamah gue termasuk orang yang valuing something dari memori nya. Seperti gaun-gaun lucu waktu gue kecil, kebaya/kemeja dari jaman mereka kuliah, kamera lama, buku-buku jadul, belum lagi kalau beresin area rumahnya lain seperti kamar, ruang tamu, dan dapur. Akan semakin banyak barang yang sebetulnya hanya menuh-menuhi lemari tapi barang itu jarang digunakan (atau bahkan belum pernah digunakan sama sekali). Baju, sepatu, tas, alat tulis, tumpukan kaset/dvd, tupperware, kertas bekas, tumpukan koran/majalah, kabel-kabel, dll adalah barang-barang yang paling sering ditemukan saat kita melakukan decluttering. Nggak jarang kita juga bakal ngucap "Aku baru inget aku punya ini loh mah," kayak gitu saking banyaknya barang nya kita punya tapi kenyataannya barang yang kita pakai cuma yang itu-itu aja.

Dari situlah, gue ada intention untuk menerapkan konsep Minimal Living.

Kesannya memang ikut-ikutan doang, tapi selama konsep yang diterapkan itu memang positif dan nggak merugikan, so why not?


Tujuan utama gue mulai melakukan minimal living adalah untuk mengontrol diri agar tidak mudah terobesesi akan sesuatu terutama yang memiliki sifat kebendaan dan ujung dari minimal living yang mulanya diterapkan kepada benda/barang ini bisa membawa kita ke arah meyederhankan pikiran. Seperti yang selama ini gue sadari tentang diri sendiri, gue termasuk orang yang ini kepalanya totally mess, bukan over-thinker tapi terlalu banyak task yang perlu dicerna otak gue ini (bisa merujuk ke posting ini). Nah, menyederhanakan pikiran ini agaknya bisa membuat hidup kita lebih tenang dan bisa fokus pada tujuan-tujuan hidup yang lebih penting dan lebih bermakna. Selain itu cash flow kita juga pasti akan terpengaruh karena akan terhindar dari membeli barang-barang nggak guna. Mind conscious atau self-control itu bukan perkara gampang.

Self Focus

Scatter-Brain

June 13, 2019

Urban dictionary - scatter brain; out of mind. Many thoughts.
Cambridge - noun (c) a person who forget things easily or does nit think seriously about things.

Scatter-brain; GUE.

Dalam rentang waktu sebulan ini, gue banyak banget kehilangan barang yang disebabkan oleh kelalaian gue sendiri. Sebelumnya gue emang sering banget ngalamin hal kayak gini tapi agaknya beberapa waktu ini semakin parah dan ini berdampak pada kualitas hidup gue.


Contoh sederhana yang paling sering ditemuin dikehidupan sehari-hari, misal;
Kita lupa mau ngomong apa di tengah pembicaraan. Atau lupa meletakan barang yang belum lama dipegang. Atau kita pergi ke satu tempat untuk melakukan sesuatu, tapi begitu sampai di tempat itu, kita lupa dengan hal yang ingin dilakukan yang membuat kita harus kembali ke tempat sebelumnya untuk me-recall kembali ingatan kita. Konyol sih emang, tapi kalau keseringan gitu, lumayan menganggu produktifitas hidup seperti yang sedang gue alami sekarang. Bawaannya gelisah mulu karena takut ada yang kelupaan atau ketinggalan.

Travel

Chasing Sunrise at Sikunir

June 09, 2019


Hiking dan mengejar Golden Sunrise di Prau, Sindoro atau Sumbing masih menjadi impian yang sampai saat ini belum berhasil terealisasikan. Abang-abang naik gunung gue udah pada sibuk dengan dunia nya masing-masing. Apalah daya ku ini yang sudah membeli sepatu hiking tapi dari baru beli sampai sekarang (udah 4 tahun) belum juga di pakai. Mana tahu, gue malah menceklis salah satu keinginan gue ini justru bersama Emak dan Bapak *lop-u-pul papap-mamak.

Travel

Dieng - Truly Definition of Heaven on Earth

June 09, 2019

Setiap dalam perjalanan mudik ada satu kota yang menjadi kota favorit gue; Wonosobo. Setiap kali lewat sana, kabut tebal dan gemiris kecil selalu menyambut. Suasananya yang sendu, udaranya yang sejuk dan kontur alamnya yang menakjubkan bikin gue mempredikati Wonosobo sebagai kota impian untuk di huni.


Dari lama, gue pengen banget ke Dieng, khususnya ngikut Dieng Fest. Udah kepo-kepo tripnya bahkan nabung bareng anak anak lab untuk kesana udah di lakuin dan ujung-ujungnya gagal. Akhirnya lebaran ke-2 kemarin, gue dan keluarga berhasil melipir ke tempat ini.