Thought

Generasi Sumbu Pendek

December 16, 2017

Lagi risih banget sama keadaan sosial sekarang ini. Nggak di luar, nggak di negara sendiri, semua perpecahan.

Garis bawahi ya, gue ini plegmatis. Garis keras.

Sikut-sikutan yang terjadi saat ini jelas bikin gue seper-duper nggak nyaman. Bodohnya gue, udah tahu nggak bisa liat perseteruan dan nggak betah liat orang beradu argumen, masih aja mantengin isu berjam-jam, jadi observant comment section di Youtube, ujung-ujungnya malah pengen banting laptop sendiri saking keselnya.

Gue bukan orang yang lihai menyuarakan isi hati terhadap sesuatu yang sentimetal dan sensitif sebenernya, apalagi kalau itu soal agama atau politik. Tapi karena beberapa isu lagi hangat banget terjadi di Indonesia dan Dunia awal Desember ini, gue jadi pengen nulis aja walau gue sendiri bingung sebenernya perlu nulis beginian atau enggak. Disini gue nggak mau bicara soal siapa yang benar dan salah dari sudut pandang gue tentang kasus itu, gue cuma mau mengomentari keadaan sosial yang terjadi disekelilingnya hanya karena sebuah topik.

Kalau liat kehidupan bervirtual-sosial, nggak ada yang namanya adil dan makmur disana. 
Miris-pake-banget.

Self Focus

Being ISFP

November 25, 2017

Pembahasan tentang human interest selalu menarik perhatian gue. Sifat, emosi, cara seseorang mengambil keputusan, pertimbangan apa yang mereka pikirkan, value of life, sejauh mana hati seseorang bisa bertoleransi dengan rasa sakit dan apa pengaruhnya buat pola perilaku manusia itu sesuatu yang ajaib dan keren untuk dipelajari menurut gue.

Karena gue sering banget mempertanyakan pada diri gue sendiri,
"Kenapa gue harus bertingkah kayak gini?" 
"Kenapa harus gue yang berakhir kayak gini?"
"Kenapa gue nggak bisa kayak dia?"
"Kenapa ada yang namanya rasa sakit?"
"Kenapa ada orang yang begitu keras kepala dan selalu menganggap dirinya benar?"

Nanya gitu terus sepanjang hidup itu capek. Kadang gue pengen tahu juga apakah orang lain mengalami perang batin yang sama seperti gue atau enggak? Apakah mereka punya kontradiksi dari sifat mereka atau enggak?

Apa sebaiknya gue ngambil S2 Sosiologi atau Psikologi aja kali ya? -_-

Gue itu ISFP.
Introversion, Sensing, Feeling, Perceiving.
Salah satu dari enam belas kepribadian yang dikelompokan menurut MBTI. 
Gue ada di 5% golongan itu dari keseluruhan populasi manusia di muka bumi ini. Mungkin karena populasi ISFP yang cuma sedikit itu, jadi tidak banyak blog atau artikel yang membahasnya secara dalam.

If you meet someone who's cool but awkward at same moment, that person must be ISFP.

Book

Book - Supernova 5 Gelombang by Dee

November 20, 2017

Karena semenjak tahun 2014 gue seolah kehilangan minat baca padahal gue beli buku ini di awal-awal perilisannya, bahkan gue udah beli seri selanjutnya Supernova#6 Inteligensi Embun Pagi yang sampai saat ini juga belum gue baca. Akhirnya setelah hampir tiga tahun teronggok nggak jelas di lemari kosan, gue terjerumus lagi ke dalam cerita perjalanan panjang Supernova yang berhasil gue tuntasnya buku kelimanya ini dalam waktu dua hari (kepotong-potong sambil ngerjain laporan KP -_-).

Telat banget emang gue nulis reviewan buku ini, apalagi buku ini telah genap sempurna tahun 2016 lalu karena IEP udah kelar yang artinya perjalanan Supernova telah tuntas. Tapi sebodo amat, gue mau bagi-bagi kerumitan di kepala gue setelah baca gelombang karena nggak bisa buru2 lanjut ke IEP, gue kudu mudik dulu buat ambil buku itu dan gue masih punya kesibukan lain yang lebih penting ketimbang ikut gila kayak Gio, jungkir-balik baca buku ini.

Sebelum baca perjalanan gue bersama Alfa Sagala di Buku Gelombang ini, ada baiknya ngintip sebentar review-an ala kadar seri Supernova sebelumnya yang pernah gue bikin biar sedikit nyambung BOOK – SUPERNOVA BY DEWI ‘DEE’ LESTARI.

23252584

Supernova #5 Gelombang
BUKU PALING HYPE DI TAHUN 2014. 
Gue peringatkan kalau post ini bakal penuh Spoiler. 
Gue bukan sekedar mau bagi rangkuman, tapi gue mau nebar klu, media nyari temen buat diajakin mikir. Take your own risk, guys~

Daily

Bukan Power Ranger

November 05, 2017

Senin - Jum'at
06.30 - 07.30 Jadi tukang ojeg (Jakpus - Jakut)
07.30 - 15.00 Jadi tukang listrik
15.30 - 17.00 Jadi sopir AKAP (Jakut - Jaktim)
17.00 - 01.00 Jadi tukang obat
01.00 - 01.30 Perjalanan balik ke kosan (Jaktim - Jakpus)
01.30 - 05.30 Tidur kayak orang pingsan
06.30 - dst Kembali ke awal.

Sabtu - Minggu
00.00 - 00.00 Jadi Zombie -_-

Itu adalah daily routine gue selama sebulan kemarin. Satu kata yang tepat untuk menggambarkan Oktober kemarin adalah : Babak belur. Physically and mentally.

Movie

Memaknai Film G30S/PKI

October 01, 2017

Alasan gue pengen bikin tulisan ini adalah karena selama 22 tahun hidup, baru sekali ini nonton film kolosal histori yang Indonesia sendiri punya. Nggak ngerti juga sih kenapa tuh film lebih layak disebut Thirller-Horor ketimbang cerita historic karena mencekam banget. Yang bikin gue usik pengen nulis panjang lebar begini adalah karena kicauan gue di jejaring menimbulkan beberapa komentar pahit semisal, “Udah gue duga lu itu pendukung orba dan anti kiri,”

Ehey bos! 2k17  jamannya Revolusi Mental, napa pula gue harus mihak sesuatu di masa lalu yang gue sendiri nggak ngerasain gimana pemerintahannya? Gue pilih demokrasi berbasis syariat Islam kalau bisa.