Book

What I've been Looking for in a Story

September 16, 2018

Gue sedang dalam fase yang namanya 'need some amusement'. Gue pernah bilang bahagia gue itu sangat sederhana. Cukup nonton series/movie, denger instrumental atau baca buku. Sialnya belakangan ini sesuatu yang sebetulnya sederhana ini jadi nggak sederhana lagi. Susaaaaaaah banget untuk gue 'menyelamkan diri' ke dalam sebuah cerita, jangankan menyelam, terhanyut aja macem susah banget. Padahal deretan drama dan film yang kata orang-orang bagus dan buku-buku best seller udah teriak-teriak butuh sentuhan tapi apalah daya jika hati enggan tergerak. Padahal dulu gue nonton segala jenis film masuk, baca segala jenis buku dari yang garing sampe yang super keren khatam. Sekarang? Nope. Nggak ada yang bisa menarik perhatian gue.

Dari sekian banyak film yang gue tonton tahun ini, hanya Little Forest yang bisa memenuhi ekspektasi gue. Dari sekian banyak drama korea bertebaran dengan rating super tinggi, hanya My Wife is Having an Affair this Week nya JTBC yang tayang tahun lalu yang berhasil membuat gue puas dengan ceritanya. Buku? Gue telah sepenuhnya beralih dari fiksi ke poetry, gue telah berpaling dari Windry Ramadhina ke Amanda Margareth saking frustasinya nggak bisa nemu cerita yang gue pengenin. 

So, this is several things what I've been looking for in a story..


Book

Book - Supernova 5 Gelombang by Dee

November 20, 2017

Karena semenjak tahun 2014 gue seolah kehilangan minat baca padahal gue beli buku ini di awal-awal perilisannya, bahkan gue udah beli seri selanjutnya Supernova#6 Inteligensi Embun Pagi yang sampai saat ini juga belum gue baca. Akhirnya setelah hampir tiga tahun teronggok nggak jelas di lemari kosan, gue terjerumus lagi ke dalam cerita perjalanan panjang Supernova yang berhasil gue tuntasnya buku kelimanya ini dalam waktu dua hari (kepotong-potong sambil ngerjain laporan KP -_-).

Telat banget emang gue nulis reviewan buku ini, apalagi buku ini telah genap sempurna tahun 2016 lalu karena IEP udah kelar yang artinya perjalanan Supernova telah tuntas. Tapi sebodo amat, gue mau bagi-bagi kerumitan di kepala gue setelah baca gelombang karena nggak bisa buru2 lanjut ke IEP, gue kudu mudik dulu buat ambil buku itu dan gue masih punya kesibukan lain yang lebih penting ketimbang ikut gila kayak Gio, jungkir-balik baca buku ini.

Sebelum baca perjalanan gue bersama Alfa Sagala di Buku Gelombang ini, ada baiknya ngintip sebentar review-an ala kadar seri Supernova sebelumnya yang pernah gue bikin biar sedikit nyambung BOOK – SUPERNOVA BY DEWI ‘DEE’ LESTARI.

23252584

Supernova #5 Gelombang
BUKU PALING HYPE DI TAHUN 2014. 
Gue peringatkan kalau post ini bakal penuh Spoiler. 
Gue bukan sekedar mau bagi rangkuman, tapi gue mau nebar klu, media nyari temen buat diajakin mikir. Take your own risk, guys~

Book

Critical Eleven [not a review]

May 28, 2017

Ini nggak ada hubungannya dengan review books or movies seperti yang sudah-sudah. Gue hanya ingin bercerita... sedikit serius sebenernya..

Jadi waktu itu temen gue tanya, "Pin, lo punya novel Critical Eleven?"
Gue : "Punya,"
Temen gue : "Ceritanya kek gimana sih?"
Gue : *space out* hmmmm.. not sure..

Temen-temen gue di kantor pada ribut ngebet nonton Critical Eleven di bioskop dan heboh pengen baca bukunya. Sebagai orang yang "demen" ngoleksi buku, gue punya semua bukunya Ika Natassa (kecuali Anatalogi Rasa) but guess what...semua buku Ika yang gue punya, belum pernah gue baca sampe khatam. Remember, I just like collect books, not really read it~

Sembilan puluh persen novel indonesia yang sudah diadaptasi ke Film sudah gue baca bukunya, dan gue bangga. Sebagai orang yang merasa punya titel kek gitu, kali ini gue merasa gagal karena Critical Eleven ini menjadi Film adaptasi pertama yang belum pernah gue baca bukunya (disaat gue udah beli tuh buku dari jaman dia baru publish)

Book

Book - Memori by Windry Ramadhina

October 27, 2014

Semenjak baca Montase dan langsung jatuh cinta sama gaya menulisnya Mbak Windry Ramadhina. Gue jadi getol banget nyari - nyari novel dia. Sebagai pencinta novel Indonesia (yang belakangan ini cukup menjanjikan dan nggak kalah bagus sama novel barat), tentu aja seneng rasanya nemuin penulis yang gaya berceritanya 'gue' banget.

Setelah berhasil berburu Metropolis, Londen : Angel dan yang terakhir Interlude, (buat yang terakhir super duper nggak mengecewakan), akhirnya dengan susah payah gue mencari dua novel Windry yang belum gue baca. Memori dan Orange. Lalu, secara nggak sengaja juga blogger yang blognya sering banget gue kunjungi, ternyata penggila Windry dan bahkan dia sudah pernah mereview Memori ini. Setelah susah payah ubek - ubek berbagai toko buku online, akhirnya gue dapet bukunya. Hati - hati spoiler ~


Kisah bermula dari seorang Arsitek yang gila kerja bernama Mahoni. Ia meneruskan karier nya di Amerika dan berpisah dengan orang tuannya. Mahoni adalah pribadi yang idealis dan keras, efek dari trauma yang ia alami ketika kedua orang tuanya bercerai. Mahoni diasuh oleh ibunya Mae, seorang penulis yang terus menyiksa diri dengan tulisan kelamnya dan tak pernah bisa memaafkan mantan suaminya. Mahoni juga sangat menjaga jarak dengan ayahnya yang telah berselingkuh dengan seorang wanita bernama Grace dan memiliki seorang anak laki - laki bernama.

Book

Book - Interlude by Windry Ramadhina

May 31, 2014

Hanna,
listen.
Don't cry, don't cry.
The world is envy.
You're too perfect
and she hates it.

Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak.
Kemarilah, aku akan menjagamu,
asalkan kau mau mengulurkan tanganmu.

"Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang,
tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang."
Aku ingat kata-katamu itu. Masih terpatri di benakku.

Aku tidak selamanya berengsek.
Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi?

Kilat rasa tidak percaya di matamu,
membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri.
Tapi, sungguh, aku mencintaimu,
merindukan manis bibirmu.

Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya?
Kenapa masih saja senyum retakmu yang kudapati?

Hanna, kau dengarkah suara itu?
Hatiku baru saja patah....

Tahun ini emang tahunnya Mbak Windry di hati gue *elaah banget, maap fans baru*. Alasannya jelas, Mbak Windry tak pernah mengecewakan. Dia juga ramah kalau balas twit *yang ini subjektif banget*. Interlude ini buku ketiga Mbak Windry yang gue baca setelah Montase dan London : Angel. Bisa dibilang sejak Montase gue udah menaruh hati pada Mbak Windry, bisa dibaca disini.

Mau ngasih tahu sebelumnya kalau novel ini genre nya new adult, jadi pikiranlah berulang bagi pembaca yang masih dibawah umur *kibas rambut yang udah mau kepala dua*. Sempat agak ragu dengan transfromasi genre buku nya Mbak Windry tapi itu tak berhasil di buktikan sodara - sodara. Jadi selamat membaca!
----------
Novel romance pasti ada sisi Klise nya. Makanya gue nggak pernah ngamuk kalau ada novel romance yang konfliknya ketebak. Di Interlude ini intinya, ada Bad Boy jatuh cinta sama cewek lemah. Klise kan?

Tapiiiiiiiiiii... Gue jatuh cinta luar biasa dengan sosok Kai. *Maaf mbak Windry, dari segi fisik, yang aku bayangkan jauh berbeda dengan ilustrasi yang Mbak buat* 
Gue kasih tahu, Kai itu Bad Boy. Tapi Bad Boy nya dia nggak seperti 'bad' yang selama ini sering digambarkan. Bad hanya dalam kebiasaan, tapi untuk interaksi dan cara memperlakukan orang lain, dia luar biasa ramah. Dia brengsek? Iya. Dia blangsak? Iya. Dia keras? Iya. Dia mesum? Iya banget. Walaupun penuh dengan pikiran kotor, gue cukup mengapresiasi sosok Kai yang kerjaannya main wanita tapi tidak memperlakukan semua wanita seperti mainan. Cara Kai membantu Hanna dan melindungi sahabatnya Gitta yang notabene nya cewek kuat, membuat gue pengen punya orang seperti itu disisi gue *yang ini curhat, maap* Dia tahu mana yang bisa dijadikan mainan, mana yang tidak boleh disentuh. Dia hanya 'main' pada perempuan yang mau diajak 'main'. Gue setujulah dengan pengakuan Kai yang katanya "Aku tidak selamanya berengsek".

Book

Book – Supernova by Dewi ‘Dee’ Lestari

March 13, 2014

Setelah sekian lama berharap bisa baca Supernova dengan lengkap, akhirnya dalam waktu dua minggu ini gue berhasil menuntaskan misi membaca buku – buku tersebut.

Salah satu fiksi berat yang gue baca dalam sejarah gue baca novel. Untungnya, gue baca buku itu beruntut tanpa longkap – longkap.


Gue akan menceritakannya secara singkat saja. Jujur, banyak bahasa yang nggak gue mengerti. Entah saking beratnya buku ini atau emang otak gue yang belet. Maaf – maaf aja kalau gue salah menafsirkan, salah menjelaskan atau salah maksud. Sejak baca empat novel ini, gue akhirnya sadar pengetahuan gue akan ‘ilmu pengetahuan’ ternyata sangat buruk.
-__-"

Book

Book - Montase by Windry Ramadhina

August 28, 2013

A novel by Windry Ramadhina.
Montase – Kau diantara seribu sakura.
Sakura, Lensa , Kamera dan Film. Empat hal yang gue dambakan sejak dulu.

Cerita dimulai dari sudut pandang seorang pemuda bernama Rayyi, mahasiswa Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Putra seorang produser ternama, Iriyanto Karnaya yang memiliki sebuah rumah peroduksi besar. Hidupnya akan semupurna jika ia tidak ‘dipaksa’ masuk ke Perminatan Produksi dan juga tidak bertemu dengan gadis Jepang berkepala angin bernama Haru Enomoto.

Ia tergila – gila pada Dziga Vertov, dan membuat Film Dokumenter adalah yang terbaik baginya dibanding membuat film komersial tak bermutu seperti yang ayahnya buat. Suatu hari, Rayyi memiliki panggilan akbar, Bao, dibuat geram oleh gadis liliput asal Jepang yang mengalahkannya dalam ajang bergengsi yang diadakan oleh Greenpeace. Gadis itu bernama, Haru Enomoto.

Definisi Montase sendiri : komposisi gambar yg dihasilkan dr pencampuran unsur beberapa sumber; karya sastra, musik, atau seni yg terjadi dr bermacam-macam unsur; gambar berurutan yg dihasilkan dl film untuk melukiskan gagasan yg berkaitan; pemilihan dan pengaturan pemandangan untuk pembuatan film.

Silahkan palak teman kalian yang memiliki novel ini atau kunjungi toko buku terdekat untuk mendapatkannya.