Book – Supernova by Dewi ‘Dee’ Lestari

March 13, 2014

Setelah sekian lama berharap bisa baca Supernova dengan lengkap, akhirnya dalam waktu dua minggu ini gue berhasil menuntaskan misi membaca buku – buku tersebut.

Salah satu fiksi berat yang gue baca dalam sejarah gue baca novel. Untungnya, gue baca buku itu beruntut tanpa longkap – longkap.


Gue akan menceritakannya secara singkat saja. Jujur, banyak bahasa yang nggak gue mengerti. Entah saking beratnya buku ini atau emang otak gue yang belet. Maaf – maaf aja kalau gue salah menafsirkan, salah menjelaskan atau salah maksud. Sejak baca empat novel ini, gue akhirnya sadar pengetahuan gue akan ‘ilmu pengetahuan’ ternyata sangat buruk.
-__-"

Supernova #1 adalah Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh. Gue dikenalkan dengan pasangan homo Dimas dan Reuben dengan segala teori fisika mereka yang lagi – tak gue mengerti. Gue telan teori kuantum mereka mentah – mentah dan gue berhasil menikmati cerita itu hingga akhir.

Reuben dan Dimas adalah pasangan ‘serasi’ yang punya mimpi sama. Mereka berikrar untuk membuat novel romance dalam waktu sepuluh tahun. Romance Sains yang mellow dan romantis plus puitis. Romance yang selalu dihubungan dengan teori sains. Entah jadinya seperti apa? (mungkin seperti supernova ini!). Novel mereka mengisahkan tentang tiga tokoh yaitu : Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh.

Beriringan dengan Reuben dan Dimas yang terus menulis cerita mereka, di tempat lain terjadi hal yang paralel dengan apa yang mereka tulis. Tentang hubungan terlarang dua manusia bernama Ferre dan Rana yang digambarkan sebagai kesatria dan putri. Ferre adalah pria yang dipuja wanita sejagad raya namun ia malah jatuh cinta pada sosok Rana yang telah bersuami. Lalu muncul seorang supermodel sekaligus wanita bayaran kelas kakap yang menempati posisi si bintang jatuh bernama Diva. Twist nya ketika Reuben dan Dimas mencapai klimaks cerita mereka dan secara bersamaan cinta Ferre dan Rana yang ‘haram’ itu diuji.
Membuat gue kabur, apakah ini buku fiksi atau non-fiksi? Tapi ini, KEREN!!

Setelah kurang lebih empat bulan, gue baru berhasil membeli Supernova #2, Akar. 
Menceritakan seorang backpacker bernama, Bodhi. Kisah Bodhi menarik dan cenderung ‘nggak kepikir’ oleh gue. Maksudnya gini, Dee bener – bener menciptakan karakter yang nggak mudah ditemukan di dunia fiksi bahkan di dunia nyata. Baru pertama kali gue ketemu sama tokoh – tokoh yang memiliki karakter seperti yang ada di buku ini. Bener – bener nggak pernah terbayangkan kalau orang seperti mereka memang ada.
Dalam buku ini, kental unsure budhaisme nya dari latar belakang Bodhi yang sejak kecil dibesarkan di wihara oleh seseorang bernama Guru Liong. Hidupnya yang aneh membuat nya keluar dari wihara untuk melakukan pencarian. Hal tersebutlah yang membuatnya berkeliling negara - negara di Asia Tenggara antara lain Kamboja, Thailand dan Laos. Keanehan Bodhi bikin gue mikir, mungkinkah karena dia seorang dewa?

Bodhi telah menaklukan segala medan untuk menemukan 'sesuatu' yang entah apa itu sebenarnya. Ia melakukan perjalanan dari satu tempat – ketempat lain dengan modal paspor palsu dan profesinya sebagai tukang tato. Yang bikin gue nganga adalah ketika gue membayangkan betapa kerennya keluar – masuk hutan hanya bermodal kata hati. Hutan – hutan yang digambarkan disini juga tidak pernah sedikitpun terbayang oleh gue. Hal camen yang Bodhi lalukan adalah ketika kecil ia melihat semua benda dibungkus sesuatu yang transparant dan menjijikan, dan ternyata itu adalah kuman. Dia bisa melihat lapisan kuman menyelimuati bakpau kesukaannya. Bodhi sampe nggak bisa makan beberapa hari dan mencret - mencret.

Bodohnya gue adalah, sampai gue selesai baca akar, gue belum menyadari terterkaitan antara akar dan novel sebelumnya. Mungkin karena rentang waktu yang jauh ketika gue baca KBDBJ ke Akar. Cerita KBDBJ hanya teringat sekilas di otak gue. Awalnya gue kira konsep supernova itu sekuel dengan tokoh bereda – beda. Macem novel empat musimnya Illana Tan gitu. Gue salah sodara – sodara, keempat novel ini sangat berkaitan. Gue baru sadar keterkaitan itu ketika gue baca Supernova #3, petir. Pea sepea pea nya. Selama ini gue baca akar tanpa memikirkan keterkaitannya dengan KPDBJ!!
Padahal dihalaman awal, kisah bermula dari sosok Gio yang mendapat kabar kalau Diva menghilang. Gio siapa? Diva siapa? Kenapa mereka hanya diceritakan di beberapa halaman awal tanpa ada lanjutan kisahnya hingga halaman terkahir selesai gue baca? Mereka kemana? Apa gunanya mereka diceritain di awal kalau ga jelas maksudnya apa?
Gue lupa kalau Diva dan Gio adalah tokoh di buku KPDBJ. Itulah efek dari jeda membaca gue yang terlalu lama antara Supernova #1 dan Supernova #2. Gue udah separuh lupa dengan cerita buku sebelumnya. Akhirnya dengan tanda tanya tak terjawab, gue putuskan untuk menelan cerita itu gelondongan dan melanjutkannya ke buku selanjutnya.

Setelah gue beres baca akar, tanpa jeda, langsung gue sambung dengan Supernova #3,  Petir. 
Di halaman awal, dibuka lagi dengan kisah Dimas dan Reuben lagi. Pasangan homo itu mendapat surat dari Gio yang meminta pertolongan karena Diva menghilang dalam ekspedisi. Disini gue makin yakin kalau Diva itu si Supernova karena Gio bilang dia menemukan nama Reuben dan Dimas yang merupakan orang terakhir yang Diva hubungi. Padahal di buku KPDBJ, Diva berada di tempat yang berbeda dengan Reuben dan Dimas. Di akhir buku KPDBJ diceritakan Dimas dan Reuben mendapat email tak dikenal. Dari email itulah Reuben dan Dimas mulai tersadar tentang jaringan rahasia yang melibatkan mereka tanpa mereka sadari. Mungkin aja email itu sebenarnya dari Diva?

Fokus buku ini menceritakan gadis bernama Elektra. Kisah Elektra lebih ringan dibanding kisah Bodhi. Seperti biografi dan lebih mudah dibayangkan. Menceritakan secara jelas kisah hidup dari Elektra kecil hingga besar. Gadis pemalas yang menglami keputusasaan sejak ayahnya meninggal dan ia ditinggal kakaknya pindah ke Papua. Suatu ketika Etra (nama gaulnya) mendapat surat panggilan kerja menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional. Saking frustasinya Etra nggak punya kerjaan, dia memutuskan untuk melamar di tempat itu yang pada akhirnya diketahui kalau itu hanya tipuan orang iseng. Tipuan itu justru mempertemukannya pada sosok Ibu Sati, penjual alat - alat klenik yang akhirnya menyadari kalau ada kelebihan dalam tubuh Etra: Tubuhnya bisa menghantarkan arus listrik. Kelebihannya itu Etra latih bersama Ibu Sati hingga akhirnya Etra bisa menjadi penyembuh.

Setelah bertemu Ibu Satu juga, hidup Etra berubah. Ia bertemu dengan Kewoy dan Mpret. Mereka akhirnya membuka usaha warnet dan mencapai kesuksesan darisitu. Hidupnya yang sudah nyaman kembali terguncang ketika ia dimintai tolong oleh saudara Mpret, Bong, yang meminta Etra untuk menyembuhkan Bodhi.

Disinilah gue baru menemukan jawaban dari pertanyaan gue yang nggak terjawab sebelumnya. Di buku ketiga ini diceritakan diakhir, Bodhi berobat pada Elektra. Akar dan Petir telah saling bertemu. Disini tepatnya gue inget Diva dan Gio yang timbul tiba – tiba di buku akar adalah Diva dan Gio yang ada di buku KPDBJ. Benar – benar bodoh.


Setelah gue beres baca petir, besoknya langsung gue sambar buku yang paling tebel dibanding buku – buku sebelumnya, Supernova #4, Partikel. 

Menceritakan seorang gadis bernama Zarah yang berjuang keliling dunia untuk mencari ayahnya.
Entah kenapa gue paling nyaman baca buku keempat ini. Mungkin karena pertanyaan – pertanyaan gantung sebagian besar sudah terjawab  di buku petir jadi gue nggak banyak bingung lagi.

Gue merasa mendapat manfaat besar dari buku yang terakhir gue baca ini. Gue yang basic biloginya lemah banget jadi terbuka pikirannya tentang salah satu Kingdom bernama, FUNGI (dan gue jadi tertarik mempelajarinya lebih dalam). Gue nggak pernah tahu kalau seonggok jamur bisa berkomunikasi baik dengan kita dan membawa kita ke alam lain. Gue jadi sadar kalau kita nggak Cuma hidup dengan makluk tiga dimensi. Ada makluk dua dimensi dan empat dimensi yang hidup seriringan dengan kita tanpa kita tahu. Ada UFO, ada alien. Dari buku ini juga sadar BANGET kalau seisi dunia ini adalah mahkluk hidup yang mendengar dan melihat. Mereka berkomunikasi dengan kita melalui caranya. Dan gue sadar betapa selama ini manusia sangat sombong mengekplotasi alam. Memperlakukan bumi seperti benda mati yang harus di rusak. Padahal, kita bukan mengusa di bumi ini. Kita hanya penumpang (penumpang tak tahu diri). Walau sering gue denger orang – orang berkoar soal cinta alam, tanem pohon, jaga lingkungan, buang sampah pada tempatnya, tapi buku inilah yang berhasil membawa gue bener – bener sadar dan kenal siapa itu alam? Bukan apa itu alam? Buku ini seolah menyiratkan pada pembaca untuk mengubah pola pandang kita pada alam. Untuk menghargai alam.
Jangan kira garing, nagih mampus! Ada London juga sebagai salah satu latarnya. Muehehehe..

Selesailah gue membaca keempat seri tersebut. Jangan kira juga dengan beresnya gue membaca partikel berarti terjawab sudah semua pertanyaan gantung yang belum terjawab sejak buku pertama hingga buku keempat. SALAH BESAR! Yang ada malah bakin banyak pertanyaan gantung yang belum terjawab. Semua novelnya berakhir – “besambung” – dan entah kapan akan tersambung -_-“

Pertanyaannya sekarang : Supernova itu siapa? Atau supernova itu apa?

Masih misterius. Mungkin semacam jaringan rahasia. Belum ada tanda – tanda supernova akan membuka topengnya. Kabar baiknya adalah, sekuel ini belum berakhir di partikel. Masih ada satu seri lagi yang entah kapan akan terbit, Supernova #5 Gelombang dan Intelegensi Embun Pagi. Judulnya berat yee? Mungkin dalam buku yang belum terbit itu semua akan terjawab. Hubungan semua tokoh dari awal hingga akhir akan diceritakan dengan jelas. Apa maksud dari Kesatria, Putri dan bintang jatuh? Dan apa hubungan itu dengan Akar, Petir dan Partikel? Supernova itu apa dan siapa? Semua mungkin akan terkuak dalam buku kelima. Mungkin..

Tokoh favorit gue!
KPDBJ : Gue suka Diva. Bukan sosok yang sempurna. Supermodel kelas atas yang juga menjual tubuhnya untuk orang - orang kelas atas. Walaupun gitu, gue suka karakter Diva. Meskipun seorang pelacur dia sangat cerdas dan terbuka pikirannya akan banyak hal. Wajar kalau Diva memasang tarif dolar dari pelayanannya. Gue berharap Diva berakhir bahagia dengan Ferre walau Diva udah punya pacar, si Gio. Entah kenapa ketika gue selesai baca KPDBJ gue langsung berkesimpulan bahwa Diva-lah si Supernova. Ketika Ferre meminta Diva untuk tetap tinggal, Diva menolak dan berkata ia harus melanjutkan misinya. Misi apa itu nggak jelas dan gue yakin Diva menjadi pelacur untuk mejalani misi nya, dibantu oleh Gio. Tapi entah.....

Akar : Bukan sosok utama yang jadi favorit gue. Pilihan gue jatuh pada salah satu sahabat Bodhi bernama Kell si manusia dengan istri menyebar di seluruh dunia. Sampe sekarang gue belum ngerti apa maksud tato yang menutupi hampir seluruh tubuh Kell (maap gue rada belet soal beginian). Sayangnya, Kell sudah meninggal dan gue nggak mungkin ketemu Kell lagi dalam cerita selanjutnya. Tokoh – tokoh di akar cenderung langka dan abnormal. Tokoh wanita nya juga dikit -_-"

Petir : Sedikit pada Elektra dan banyak pada Mpret alias Toni. Baru dibuku ini gue ketemu banyak orang waras dan manusiawi. Rada nyerempet ke novel romance pada umumnya dan lebih ringan (walau ringan nya buku dee tetep nggak bisa dibilang ringan). Toni, cowok dingin, keren, keras, perdas dan tegas tapi sebenarnya perhatian pada Etra banyak kita temui di sinetron.

Partikel : Zarah si tokoh utama udah pasti gue suka. Menjadi penakluk hutan seperti zarah adalah salah satu cita – cita gue sejak dulu. Tapi pilihan gue jatuh pada, Paul. Fotografer keren yang membawa Zarah hingga sampai ke London. Orang yang terus membantu mencari ayah Zarah dari belakang. Diakhir baru ketahuan (kayaknya) Paul mencintai zarah dan selama ini menunggu Zarah. Meski Zarah pacaran sama Strom dan Paul dengan setia selalu ada di belakang Zarah. hahaha drama banget gue.

Endingnya!
Semua tokoh utama dalam setiap novel mendapat surat dengan bunyi yang sama diakhir suratnya. "Selamat menjadi : S"

'S" pasti maksudnya Supernova. Tapi supernova apa dan apa hubungannya dengan semua tokoh utama belum jelas.
Semakin bingung -_-“

MOST FAVORIT BOOK!
PARTIKEL!!
Walaupun paling tebel tapi paling ngena. Mungkin mulai saat ini gue akan jatuh cinta pada fungi. Dalam novel yang lainnya, banyak banget teori yang dipaparkan tapi nggak berhasil nyerep di otak gue dengan sempurna. Sedangan partikel berhasil ngasih suguhan ilmu pengetahuan yang mampu gue serap dengan sangat baik. Penjelasan – penjelasan ilmiah itu justru yang gue tunggu. Gue baca berulang agar tercerna oleh otak gue dengan utuh. Penjelasannya lebih ringan dan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jadi mudah dibayangkan. Sangat membatu bagi orang yang buta Enteogen macem gue.
Gue juga berhasil nangis paling banyak ketika baca di novel ini. Gue berniat bikin satu posting khusus untuk Partikel karena efek magis nya melekat kuat di diri gue.

Makin salut sama teh Dee. Nggak kebayang gimana dan darimana dia dapat informasi sejauh itu. Ilmu - ilmu yang nggak umum bisa dia jelaskan dengan sangat rinci. Nggak kebayang betapa banyak referensi yang dia baca, betapa banyak sumber yang dia ubrak - abrik. Salut!

Gue sempet geli sendiri ketika sadar, sebenernya gue baca novel romance, science fiction, eksiklopedia, buku pintar atau buku ramalan cuaca?
Silahkan jawab sendiri.

Sekuel ini banyak banget menambah wawasan gue tentang FISIKA, BIOLOGI, AGAMA, FILSAFAT, PSIKOLOGI, DLL langsung dalam kasus nyatanya. Gue jadi sadar betapa selama ini otak gue kosong dan disekat – sekat. Bikin gue nggak melek ilmu. Banyak hal diluar sana yang belum terjamah seujung jaripun oleh gue. Gue juga jadi mengenal tempat – tempat keren di dunia yang jarang di ekspos di buku pintar atau on the spot -_-

Perlu diketahui juga, jeda terbitnya Petir ke Partikel adalah DELAPAN TAHUN!!!! Lalu kapan Gelombang dan Intelegensi Embun Pagi akan terbit?
Selamat Menanti.
Jangan biarkan kami menunggu terlalu lama!!!

You Might Also Like

11 komentar

  1. maaf nih ralat dikit,,, Gelombang dan Intelegensi Embun Pagi itu dua sequel yang berbeda setau aku... Gelombang katanya tahun ini akan terbit,,, tapi untuk intelegensi embun pagi blum tau... aku juga paling suka dengan partikel, syarat Ilmu pengetahuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohahahha kira aku di satuin oom, soalnya di belakang buku patikel gitu nulis nya. Makasih ralat nya :D Serius terbit tahun ini? Alhamdulillah bangeeet :D Gak sabar gak sabar :D

      Delete
  2. Anonymous5/9/14 11:30

    Aku juga paling cinta sama partikel. Novel-novelnya teh dee emang top deh, supernova ini master piece nya teh dee yang paling bikin penasaran

    ps : gelombang keluar 10 oktober ini >w<)/
    can't wait anymore~

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa.. belum sempet nyari buku nya :') Nggak sabar pengen tahu si Alfa :3

      Delete
    2. iyaaa.. belum sempet nyari buku nya :') Nggak sabar pengen tahu si Alfa :3

      Delete
  3. Kereeenn,,,n mantabb ulasannya

    ditunggu yah ulasan tentang Gelombang,,,semakin terkoneksi

    semua bagaikan JARING LABA-LABA..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih oom.. masih belajar bikin ulasan buku hihi :') siaaap!! tapi saya belum dapet buku Gelombang nya. Doakan :')

      Delete
  4. Gelombang sudah terbit. Ceritanya seru bgt dan kalian harus baca...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa kakak, ini lagi book marathon :')

      Delete
  5. maaf kalo boleh tau Gio itu siapa ya di buku KPDBJ ? soalnya saya lg nyoba nyelesein akar nih... kepo bgt sama si Gio siapa sih biar makin ngerti nih ngikutin sekuelnya si Dee. thanks before:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di KPDBJ Gio diceritain sebagai pacar Diva. Dia juga backpaker. Kalau gak salah nanti ada cerita Diva hilang dalam ekspedisi (lupa di seri yang mana) dan Gio berusaha nyari Diva. Nanti dia ketemu sama salah satu tokoh supernova. Belum terlalu banyak di ceritain tentang Gio, aku juga masih bingung sama dia, hihihihiii

      Delete

Comment