Playlist

Only Then

November 11, 2018

Listening to sad songs is my number one hobby. Not because I want to hurt myself, but in addition to chilling down, because ballad is slow and soft. Actually this song was released last winter, but I'm going to write especially to welcoming my favourite month; November rain.

I remind silent for a while while held my breath after solemnly watched the MV last February. As usual, Roy Kim- my solely autumn boy, coming back with another heart-wreaking pieces; Only Then.


Typical another Sangwoo's song, this is heart-breaking but not violent in delivery.

This song conveys a message about the overwhelming sadness and despair of a man who feels his relationship with his lover has been on the edge and he is trying so hard to avoid a breakup that seems in sight. 

The way to love me isn’t hard
Just hold me tight like you are now
We don’t know what will happen to us later
But I like that nothing’s decide.

Who cares what others say?
We can’t live without each other,
So what’s the problem?
We can be more in love together.

It's clearly tells the heart of a man who doesn’t want to break up for reasons that he thinks are not stronger than their love. Just like the tittle “Only Then”, he also wants to tell that there is the best time to break up. This is really interesting for me as a woman, through this song, perhaps I can know a little about how a man views in a relationship.

Thought

Role Mode

November 04, 2018

Semua ini bermula dari satu obrolan ringan gue dan Ka Anna di bawah naungan tenda Pakde Bakso depan kampus; "Karena nggak ada yang bisa dijadiin panutan,"
Gue mau sharing tentang apa yang terjadi di lingkungan kerja gue. Kontennya, bukan perkara gue nggak bersyukur sama perkerjaan gue saat ini disaat banyak orang diluaran sana yang hilir-mudik mencari kerja. Bukan ingin mengeluh juga, hanya sekedar sharing. Oke?



I was old enough to saying this.
Pengalaman kerja 4 tahun ini gue rasa cukup untuk jadi bahan sharing tentang urusan kerjaan. Ya, walaupun dalam lingkup suatu pabrik keberadaan gue ini tidak terlalu signifikan, tapi semoga tulisan ini bisa dijadikan bahan untuk berfikir dan juga bersyukur.

Gue mau melakukan sebuah pengakuan yang sedikit menakjubkan: I am sick of my work life.


Experience

My First Cheating Day

October 31, 2018

Gue baru saja melakukan kesalah besar. Bener kata orang, cheating day saat detox nutrition itu emang sangat berbahaya untuk orang dengan self-control lemah macam gue. Terbukti.. Bukan melakukan penggantian glikogen atau nutrisi yang kurang saat detox, gue malah balas dendam.

Dan gue menyesal -_-

K-Drama

KDrama - The Innocent Man / Nice Guy (2012)

October 19, 2018

세상 어디에도 없는 착한 남자
Nice Guy Who Never Seen Anywhere in this World 

(posted in 2015)

Golden era nya Kdrama bagi gue pribadi jatuh di tahun 2009-2013. Setelah malang-melintang di dunia per k-drama an dan sudah banyak makan asam garam macam rupa jenis genre, sambil setengah denial  harus gue akui kalau drama favorit gue selalu– MELODRAMA; classic melodrama ; traditional melodrama; which is genre ini udah ketinggalan jaman dan semakin jarang ditemui tahun-tahun belakangan.

Salah satunya ; THE INNOCENT MAN / NICE GUY

Yang sampai sekarang masih menempati posisi no. 1 melodrama favorit gue sepanjang masa yang masih rutin gue rewatch setiap tahunnya.

Beberapa waktu lalu gue baru aja me-rewatch Nice Guy untuk yang ke 12345x nya dalam hidup gue dan rasanya ingin banget mengupdate tulisan ini karena setiap gue rewatch, tapi ada hal baru yang gue noticing. Dan setiap gue nememukan hal itu, gue lagi-lagi jatuh cinta with the depth is Nice Guy's story line and falling in love again and again with the way Kang Maru and Seo Eungi love each other :3 That's way, there are no dramas can be replaced Nice Guy in my heart.

Fakta pertama, dari semua official poster promotion Nice Guy yang di rilis, poster yang gue taruh diatas adalah paling gue suka karena poster itu bercerita. The emptiness and hanging tears in his eyes– bener-bener ngevisualisasiin tokoh utama, Kang Maru. Kenapa dia nangis? Kenapa dari sorot matanya tergambar kekecewaan. Poster diatas itu bener-bener merepresentasikan cerita Kang Maru dan gelap, menyakitkan dan penuh air mata.

Sayangnya, poster diatas di banned oleh asosiasi hangul korea. 
Tulisan hangul "착칸 남자" (Nice Guy) di poster itu memang sengaja dibuat salah eja (merujuk ke satire dari Nice Guy Kang Maru yang digambarkan oleh Seo Eungi ketika dia kehilangan ability untuk mengeja dengan benar dan kehilangan memori akan siapa Kang Maru yang sebenarnya). Alhasil karena di banned itu, segala materi promosi, baik judul, behind the scene photo, cover OST, teaser, termasuk official poster drama yangs sudah tersebar dan tayang pun terpaksa di revisi mulai dari episode 3 menggunakan ejaan yang benar yaitu 세상 어디에도 없는 착한 남자 (Nice Guy Who Never Seen Anywhere in this World).


Entah gue perlu minta maaf atau enggak, tapi,
I love Kang Maru more than Descendant of the Sun's Yoo Sijin. 
I love Kang Maru more than Song Joongki himself.
And.. I love Kang Maru more than any fictional character in whole kdrama world. 

Bicara soal Song Joongki, gue mau berterima kasih sama Moon Chaewon dan abang-abang tukang DVD langganan gue di Stasiun Bogor jaman gue SMA dulu yang dengan ambisiusnya merekomendasikan gue untuk nonton Nice Guy dengan agak maksa. Berkat liat wajah Moon Chaewon di covernya, tanpa ragu gue beli DVD nya dan..... diperlihatkanlah gue ini dengan kualitas Song Joongki sebagai aktor. Berkat bucin Nice Guy dan Kang Maru, gue bersyukur bisa menikmati range akting Song Joongki as ACTOR Song Joongki tanpa cawe cawe gimmick apapun, sebelum beliau ini jadi stereotype Hallyu Icon di Indonesia.

Nice Guy bukan drama pertama Song Joongki dan Moon Chaewon yang gue tonton.
Salah satu previous drama nya Moon Chaewon adalah drama yang bikin gue nyemplung ke dunia Kdrama sampai saat ini ; Brilliant Legacy. Gue udah nggak menyangsikan acting melo beliau karena jadi tokoh antagonis sekalipun, beliau sangat berhasil bikin gue simpati. Lalu melihat kembali Moon Chaewon dalam totally dark melodrama, bikin gue makin cinta dan declared being her fans that time.

Song Joongki juga begitu, gue udah sering banget liat dese berseliweran di mana-mana dengan image flower boy nya, mulai dari Running Man sampai on going Sungkyunkwan Scandal di TV ikan terbang.  Selama itu, gue nggak pernah impressive dengan pesona beliau. Sekali lagi, berkat Nice Guy pula gue  melihat sisi lain dari seorang Song Joongki as an actor yang patut banget di kasih tepuk tangan meriah.  Gue dibuat merinding sama range akting beliau yang dulu gue nggak expect ada potensi itu dalam diri beliau. Thanks to Kang Maru yang bikin gue jadi Song Joongki's fan sampai sekarang.

Moon Chaewon adalah satu-satunya K-actress dan Song Joongki satu-satunya K-actror yang nggak pernah gue skip project nya sampai lebih dari satu dekade ini. Thanks to Nice Guy.

Sekarang fokus ke Kang Maru.
Bicara soal Kang Maru ini nggak akan ada habisnya.
Belum pernah gue temuin karakter super complicated, super layered dan dark macam Kang Maru.

Tulisan ini sengaja gue dedikasikan khusus untuk Kang Maru, karakter yang memerlukan banyak pemahaman dan pemakluman dari kita penonton tapi, begitu kita bisa melihat dunia through his eyes, kita nggak bisa untuk nggak jatuh cinta sama dia. Dari Kang Maru, kita akan banyak melihat dan belajar tentang macam-macam bentuk cinta sampai ke bentuk yang gue nggak pernah tahu adanya. Thank for him about that lesson.

Banyak–
banyak sekali drama which had well-written stories kalau dibanding dengan Nice Guy.
Nice Guy sendiri nggak punya racikan yang baru dan akan kalah kalau disandingin dengan drama drama jaman sekarang; sangat makjang, old-fashioned dan nggak cocok lagi tayang di tahun-tahun sekarang. Nice Guy ini typical not-for-everyone-drama tapi buat yang berhasil nangkep ceritanya, pasti  bakal nyimpen Nice Guy minimal di TOP 10 drama sepanjang masa atau paling banter, nggak akan pernah bisa lupa perjuangan sosok Kang Maru yang super legend itu.

Bagi gue pribadi, kenapa sampai sekarang gue nggak bisa move on dari drama ini ; it's rare to find drama that had much impact for myself for such a super long time. Sudah lebih dari satu dekade berlalu dan Nice Guy masih punya tempat tersendiri di hati gue. Terlepas dari makjang nya itu, Nice Guy punya beberapa point yang bikin gue menjadi dia best drama all time;
  • Directing. Untuk di tonton sekarang, jelas udah jadul banget vibesnya, tapi bagi gue termasuk yang high quality pada jaman itu. Beberapa mutual gue sampai saat ini masih menyebut  September - November adalah Nice Guy's month karena vibes silent summer dan sendu autumn nya semelekat itu. 
  • OPEN CREDIT bikin merinding dengan theme song yang ikonik. Masih masuk best open credit sepanjang sejarah.
  • OST Various Artist nya masih jadi daily playlist gue. Full credit dari gue untuk Music Director-nim nya karena bener-bener OST Various Artist nya sebagus itu.
  • Chemistry dan tentu aja kualitas acting semua castnya.
  • Yang harus banget dapet full credit dan standing applause selain director, music director dan actors nya ya tentu aja Lee Kyunghee, penulis naskah Nice Guy yang bisa bikin narasi drama ini segitu deep nya. Monolog dan dialog antar tokohnya, hampir semuanya quote-able. Beautifully yet painfully. Gue secara nggak sengaja selalu nonton karya nya Lee Kyunghee; I'm Sorry I Love You, A Love to Kill, dan yang terbarunya Uncontrollably Fond, bagi gue Nice Guy tetep nomer satu. (Update in 2019 : Lee Kyunghee bikin drama baru judulnya Chocolate, ceritanya bagus dan Lee Kyunghee banget). Beliau emang pantes dapet julukan ratu melodrama karena semua karya dia selalu ngasih impact yang cukup wadidaw ke gue dan ke para pecinta melodrama.
  • Perpaduan dari narasi bagus + backsound bagus + akting bagus tentu aja ngehasilin adegan high quality yang kayaknya setiap detailnya perlu dibahas. Sebegitu (nyakitin) bagusnya sampe bikin diri ini kalau engga sesek nafas nahan nangis atau nangis sampe sesek nafas. 
Balik lagi ke judulnya rada unik dan agak kontradiksi;
Nice Guy Who Never Seen Anywhere In This World, pria baik yang nggak akan pernah ada di dunia ini. 

Maksudnya?

Judul itu emang cocok untuk menggambarkan tokoh yang dari tadi gue sebut Kang Maru. Ngeliat Kang Maru dulu waktu gue masih SMA, gue sangat ga setuju dengan judulnya. Karena Kang Maru ini enggak ada baik-baik nya, enggak ada innocent-innocent nya, malah cenderung dingin, manipulated dan licik. Dulu kayaknya gue belum cukup dewasa untuk bisa paham, seiring berjalannya waktu gue akhirnya paham maksud Nice Guy dalam diri Kang Maru ini. Bukan karena dia berhati dan bersifat baik, letak Nice Guy / Innocent Man dalam diri Kang Maru ini adalah karena dia punya cinta yang luar biasa besar untuk orang-orang yang dia cinta dan rela berkorban sejauh itu untuk mereka. Pada akhirnya, dia memang pantas dapet julukan ; 'Nice Guy Who Never Seen Anywhere In This World'.

Book

What I've been Looking for in a Story

September 16, 2018

Gue sedang dalam fase yang namanya 'need some amusement'. Gue pernah bilang bahagia gue itu sangat sederhana. Cukup nonton series/movie, denger instrumental atau baca buku. Sialnya belakangan ini sesuatu yang sebetulnya sederhana ini jadi nggak sederhana lagi. Susaaaaaaah banget untuk gue 'menyelamkan diri' ke dalam sebuah cerita, jangankan menyelam, terhanyut aja macem susah banget. Padahal deretan drama dan film yang kata orang-orang bagus dan buku-buku best seller udah teriak-teriak butuh sentuhan tapi apalah daya jika hati enggan tergerak. Padahal dulu gue nonton segala jenis film masuk, baca segala jenis buku dari yang garing sampe yang super keren khatam. Sekarang? Nope. Nggak ada yang bisa menarik perhatian gue.

Dari sekian banyak film yang gue tonton tahun ini, hanya Little Forest yang bisa memenuhi ekspektasi gue. Dari sekian banyak drama korea bertebaran dengan rating super tinggi, hanya My Wife is Having an Affair this Week nya JTBC yang tayang tahun lalu yang berhasil membuat gue puas dengan ceritanya. Buku? Gue telah sepenuhnya beralih dari fiksi ke poetry, gue telah berpaling dari Windry Ramadhina ke Amanda Margareth saking frustasinya nggak bisa nemu cerita yang gue pengenin. 

So, this is several things what I've been looking for in a story..