KDrama – School 2013 (2012)

February 09, 2014

Alasan gue nonton drama ini, gara - gara nonton Running Man episode 138. Guest Running Man saat itu adalah Kim So Roo, Lee Jong Suk, Kim Woo Bin, Lee Jong Hyun (CN Blue) dan Min Hyorin. Mereka semua adalah pemain Gentleman Dignity, kecuali Lee Jong Suk. Awalnya gue pikir akan jatuh hati pada sosok Kim Woo Bin yang lagi naik daun saat ini. Ternyata gue salah bapak – bapak ibuk – ibuk, gue terjerat oleh Lee Jong Suk! Alhasil, googling drama dia dan ternyata gue punya salah satunya : School 2013 yang teronggok di tumpukan koleksi DVD gue, yang belum sempet gue tonton padahal udah punya dari jaman batu -_- *kebiasaan. Ternyata.. gue ketemu lagi sama Kim Woo Bin disini.

Drama sekolah – sekolahan gini emang harus ada sekuel nya kali ye? Kayak Dream High 1, ada Dream High 2. Reply 1997, ada Reply 1994 (walau yang 94 gak sekolah - sekolahan). Tenyata School juga berentet. Dimulai dari tahun 1999 (saat gue TK). Yang gue nonton ini, School 2013 adalah jilid LIMA nya. School 1 (1999) dilihat dari posternya sangat jadul dan nggak ada satupun castnya yang gue tahu. School 2 (1999) ada Ha Ji Won. School 3 (2000) ada Jo In Sung. School 4 (2002) kembali nggak ada yang gue tahu castnya. Dan setelah sepuluh tahun School 2013 a.k.a School 5 meroket pada tahun 2012 dibanjiri dengan aktor dan aktris kece. Sampai sekarang gue nggak ngerti kenapa namanya School 2013 padahal ini drama airing tahun 2012 dan gue nonton ini di tahun 2014 *maap.
Sekali lagi gue pikir drama ini seperti Boys Over Flower atau Dream High, tapi sekali lagi gue salah besar, jauuuuuh banget dari dua drama yang gue sebut sebelumnya. Walaupun ini drama SMU, tapi drama ini sama sekali tidak mengangkat kisah cinta lawan jenis (pacar - pacaran). Pertama kalinya gue nonton drama yang nggak ngangkat cinta sebagai benang merahnya. Cenderung menceritakan tentang persahabatan, hubungan orang tua dan anak, hubungan kepala sekolah dan guru, hubungan guru dan guru, hubungan antara guru dan siswa, hubungan guru dan orang tua. Awalnya gue mikir ‘kok tema nya serius amat?’ karena menyorot masalah bullying yang kental terjadi di Korea sono, jangan salah, ini nggak monoton untuk di tonton. Rame banget dan penuh pelajaran. Sayangnya DVD gue sangat tidak layak untuk ditonton karena subtitle nya hancur baik inggris atau Indonesia nya -____-“ gue nonton drama ini dengan system tebak – tebak berhadiah.

Menceritakan tentang segala masalah yang terjadi di SMU Seungri, sekolah dengan peringkat terburuk dari 178 sekolah di Korea. Karena predikat itu, kepala sekolah dan guru – guru berusaha meningkatkan peringkat SMU Seungri dengan merekrut guru bahasa korea terkenal, Kang Se Chan, guru terkenal di Gangnam. Dari semua kelas yang ada di SMU Seungri, kelas 2-2 lah pemilik predikat kelas terburuk dari segi akademik. Jung In Jae mendapat mandat untuk menjadi wali dari kelas terparah itu, namun gerakannya yang terkesan ‘lamban’ menyebabkan sang kepala sekolah mengutus Guru Kang untuk menggantikan posisi Guru Jung. Dengan berbagai kerumitan, akhirnya kelas 2-2 memiliki dua wali kelas, Guru Jung dan Guru Kang. Walaupun kedua guru itu berbeda cara mengajarnya, mereka bedua memiliki kekompakan yang hebat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas 2-2.

Fokusnya nggak hanya pada satu orang, walau memang, tokoh Go Nam Soon yang paling diceritakan disini. Go Nam Soon, siswa kelas 2-2 SMU Seungri yang tidak peduli dengan belajar. Parah banget sampai nggak tahu buku apa yang dia pakai saat ini dan apa yang mereka pelajari. Go Nam Soon secara terpaksa terpilih menjadi ketua kelas 2-2. Terpilihnya menjadi presiden kelas mengantarkannya juga pada masalah – masalah lain, membuatnya menyaksikan secara tidak langsung masalah teman – temannya.

Di kelas 2-2 ada satu genk yang terkenal biang masalah (*klise) Genk itu terdiri dari tiga orang, Oh Jeong Ho sebagai pemimpinnya, dan dua anak buahnya adalah Lee Ji Hoon dan Lee Yi Kyung. Mereka bertiga sangat membenci Nam Soon dan terus berusaha mencari masalah dengan Nam Soon.

Hingga suatu ketika, seorang murid baru datang ke kelas mereka, Park Heung Soo. Menurut kabar, Heung Soo sudah berkali – kali dipindahkan dari sekolah karena sering tersandung masalah. Tanpa anak – anak lain tahu, Heung Soo adalah sahabat Nam Soon ketika SMP, namun saat ini persahabatan mereka terlah hancur dan hanya ada dendam antara mereka.


Setiap episode terjadi satu masalah pokok yang menimpa satu anak. Membuat peran kedua wali kelas sangat kental. Beberapa anak gue perkenalkan :

Park Heung Soo, sudah berulang kali pindah sekolah karena sering membuat masalah. Heung Soo berjanji pada kakak wanita nya bahwa SMU Seungri adalah sekolah terakhirnya, ia berjanji tidak akan dikeluarkan dari SMU Seungri. Namun siapa sangka, Heung Soo justru bertemu dengan sahabat lamanya yang telah ia buang jauh - jauh dari memorinya. Sahabat yang telah menghancurkan cita - citanya. Sahabat yang telah meninggalkannya. Go Nam Soon. Keberadaan Nam Soon membuat Heung Soo menjadi tidak nyaman. Selama berada di SMU Seungri pun Heung Soo berkali - kali hampir di keluarkan dari sekolah karena masalah yang menimpanya. Bertemu lagi dengan Nam Soon membuat apa yang menjadi batas mereka selama ini melebur perlahan.

Song Ha Gyeong, siswi terpintar di kelas yang terkenal dingin dan acuh pada orang lain. Gadis yang sangat terobsesi pada kredit nilai ini juga tak luput dari masalah. Masalah itu ketika nilai Ha Gyeong turun (padahal tetep tinggi menurut gue). Ia berusaha keras belajar dan melupakan kondisi tubuhnya yang perlu isrirahat. Ia bahkan mencampur minuman berenergi dengan multi-vitamin yang membuatnya pingsan. Ha Gyeong adalah wakil ketua kelas, hal itu menyebabkan ia sering berinteraksi dengan Nam Soon. Ha Gyeong yang selama tidak peduli pada orang lainpun terlihat sedikit peduli pada sosok ketua kelas, Nam Soon. Ha Kyeong punya masalah lain, yaitu dengan ibunya. Ibu Ha Kyeong adalah ibu yang arrogant yang menuntut kesempurnaan dalam segala hal. Ibu Ha Gyeong sering protes pada pihak sekolah jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Ia juga mampu bisa menggerakan para guru untuk merubah suatu keputusan. Awalnya, Ha Gyeong percaya ibunya melakukan itu demi kebaikannya, tapi perlahan ia malu sendiri karena ibu Ha Kyeong pun melakukan hal yang tidak seharusnya itu pada sahabatnya, Kang Joo.

Lee Kang Joo, sahabat Ha Kyeong. Gadis tomboy yang juga masuk dalam deretan siswi pintar di kelas. Namun berbeda dengan Ha Kyeong, Kang Joo lebih ramah pada teman – temannya. Ia juga sangat peduli pada Nam Soon. Persahabatannya dengan Ha Gyeong sempat renggang karena Kang Joo di pilih oleh Guru Kang untuk mengikuti lomba pidato dan hal ini membuat Ha Gyeong iri. Menurut Ha Gyeong sebagai siswi terpintar di kelas, seharusnya ia yang terpilih ikut mengikuti lomba itu. Hingga sebuah insiden terjadi, Ha Gyeong tidak sengaja menyerang Kang Joo dengan penggaris besi yang menyebabkan tangan Kang Joo terluka. Ibu Ha Gyeong yang ini anaknya terlepas dari masalah melakukan cara dengan membuat perjanjian pada Kang Joo untuk tidak akan melaporkan Ha Gyeong pada pihak yang seharusnya. Awalnya Kang Joo merasa terhina dengan hal itu, tapi ia tak ambil pusing dan menuruti keinginan ibu sahabatnya. Hingga Ha Gyeong sendiri yang akhirnya meminta maaf pada Kang Joo atas perbuatan ibunya. Mereka menangis bersama dan akhirnya mereka kembali berbaikan.

Kim Min Gi, posisinya hampir sama dengan Ha Kyeong. Min Gi adalah siswa terpintar di kelasnya. Kepintarannya tak lepas dari jerih payah ibunya yang sangat perfeksionis dan protektif pada Min Gi. Ketatnya sang ibu menjaga anak – anaknya menyebabkan kakak Min Gi gila dan mengurung diri di kamar selama dua tahun. Oleh karena ibu, ibu Min Gi menaruh harapan besar pada Min Gi untuk sukses. Tapi cara sang ibu terlalu berlebihan dan terkadang curang, menyebabkan Min Gi terkekang. Apa yang ibunya lakukan untuknya, tak sesuai dengan kata hatinya. Suatu ketika, ibu Min Gi memberikan kunci jawaban soal saat Min Gi pengayaan (kayaknya). Hati Min Gi berkecamuk saat itu. Setelah berusaha keras melawan perang dihatinya. Akhirnya untuk pertama kalinya, Min Gi melawan arus ibunya. Ia kabur dari kelas dan memutuskan tidak mengerjakan soal tersebut. Ia ingin bebas. Min Gi, ketika ia pergi ke atap sekolah ingin bunuh diri. :’( Adegan mengharu biru terjadi disana. Nam Soon menemukan tas Min Gi yang dilempar dari atap sekolah. Guru Jung dan Nam Soon akhirnya menemukan Min Gi yang tersungkur sendirian. Min Gi hanya bilang pada guru Jung, "tas nya terlalu berat," Maksudnya, beban nya terlalu berat. Lalu guru Jung bilang, "Bagaimana perasaanmu setelah membuang tas, apa kau merasa ringan sekarang?" Min Gi mengangguk. Dan mereka berpelukan. :'(

Oh Jeong Ho, seperti yang gue tulis diatas, dia adalah si pembuat onar. Rajanya kekerasan. Tak pandang bulu, entah itu laki – laki, perempuan, bahkan gurunya sendiri. Gedeg banget liat Jeong Ho diawal episode. Tapi lama – lama kita akan  tahu kenyataan seorang Jeong Ho. Anak brandal itu ternyata menyimpan kepahitan dalam hidupnya. Ayahnya sakit keras dan ia harus merawat ayahnya sendiri. Jeong Ho adalah korban kekerasan rumah tangga yang dilakukan ayahnya sendiri. Sedihnya, ketika  Guru Kang menawarkan Jeong Hoo untuk tinggal di panti asuhan atau rumah singgah, Jeong Ho menolak. Jeong Ho bilang bahwa ibu dan kakak nya telah meninggalkan ayahnya, dia tidak mau meninggalkan ayahnya juga. Nangis banjir ;’( Padahal ayahnya sering mukulin Jeong Ho sampe babak belur, tapi Jeong Ho nggak mau ninggaling ayahnya. Pada akhirnya Jeong Ho satu – satunya yang tidak naik kelas karena ia memutuskan berhenti sekolah, untuk bekerja. Dan pada akhirnya, gue nggak membenci Jeong Ho. Dan Jeong Ho adalah orang yang setia kawan. Walaupun ia kasar, pada dua sahabatnya, ia tidak pernah menyakiti mereka. Itu cara Jeong Ho agar teman - temannya tidak terus baik padanya karena Jeong Ho tidak ingin berhutang budi :'(

Lee Ji Hoon, salah satu geng Oh Jeong Ho yang gue suka. Walau pada awalnya dia sama persis seperti Jeong Ho yang selalu membuat masalah, tapi Ji Hoon adalah yang paling pertama tobat dan berkeinginan untuk berubah. Walaupun ia muak denga Jeong Ho, tapi tidak pernah sekalipun ia meninggalkan Jeong Ho. Persahabatan :’(
Lee Yi Kyung, member lain alias anak buah lain Oh Jeong Ho. Yi Kyung rada lamban berubah, ia masih membela Jeong Ho hingga akhir, namun pada akhirnya kitapun tahu Yi Kyung tidak benar – benar jahat. Mereka berdua adalah cerminan persahaatan yang utuh. Sekalipun Jeong Ho salah, mereka tidak akan pernah meninggalkan Jeong Ho. Bahkan saat Jeong Ho terlibat masalah, mereka selalu berdiri paling depan untuk membela sahabatnya (bukan karena takut, tapi karena kasih sayang mereka). Mereka terus berjuang membantu Jeong Ho, rela bekerja mengumpulkan uang untuk menutup hutang Jeong Ho, rela malu minta minta tolong pada Nam Soon, rela menundukan kepala pada ibu Ha Kyung ketika Jeong Ho berurusan dengan komite kekerasa sekolah. Mereka berdua rela melakukan itu meski Jeong Ho tidak pernah berterima kasih dan terus memarahi mereka. Mimpi Ji Hoon dan Yi Kyung adalah membuka restaurant bersama dimasa depan.

Han Young Woo, kayaknya nggak seru kalau ada preman kelas terus nggak ada korban langganannya. Ini dia, siculun. Young Woo adalah sasaran empuk bagi Jeong Ho and the gank untuk mencari rejeki (malak). Young Woo yang gagu dan lemah membuatnya tak pernah berani melawan. Karena itu, Young Woo adalah orang yang palung Nam Soon lindungi. Kalau Nam Soon udah bareng Young Woo, sosok kakak dalam diri Nam Soon keluar (dan gue suka itu :p). Masalahnya adalah, ketika Young Woo membela Nam Soo yang sedang dihajar oleh Jeong Ho. Young Woo melempar bangku keluar kelas (melalui kaca dan medarat di luar sekolah). Saat itu sekolah mereka sedang kedatangan orang tua - orang tua yang akan mendaftarkan anaknya ke SMU Seungri. Melihat hal itu, reputasi SMU Seungri seketika hancur karena diduga sebagai sekolah yang menganut kekerasan. Awalnya Nam Soon menutupi bahwa Young Woo yang melempar bangku itu, tapi akhirnya ketahuan dan Young Woo akan dikeluarkan dari sekolah. Gue sedih pas Young Woo cerita ke Nam Soon ; ibu Young Woo sangat menyukai ketika Young Woo memakai seragam. Karena alasan itu dia sedih. Buset dah sepele banget. Akhirnya dengan perjuangan Guru Jung sang walikelas super, Young Woo berhasil diselamatkan dan tidak jadi di keluarkan dari sekolah.


Gye Na Ri, awalnya gue nggak tahu siswi ini akan punya bagian sendiri dalam drama ini. Na Ri bukanlah siswa yang sering membuat onar, bukan juga siswi yang mencolok. Tapi ia jadi tersandung masalah. Karena ulahnya, sebagian anggota kelas tersandung masalah. Bermula ketika sahabatnya Shin Hye Sun mempunyai handphone baru, Hye Sun jadi meninggalkan Na Ri dan lebih senang bermain dengan anak lain yang juga punya handphone canggih (masalah ini juga gue rasakan di sekolah -_-) Na Ri bahkan dilupakan oleh Hye Sun. Karena kesal, Na Ri menyembunyikan handphone Hye Sun dan ia izin sakit untuk pulang. Bersamaan dengan itu, Heung Soo memutuskan untuk tidak ikut pelajaran olahraga dan tinggal di kelas. Dengan segala kerumitan akhirnya Heung Soo dituduh mencuri handphone Hye Sun dengan segala kerumitan juga akhirnya Oh Jeong Ho and the gank yang akhirnya tertuduh yang menyeret Nam Soon juga. Pada akhirnya Na Ri mengakui hal itu pada Guru Kang. Handphone Hye Sun kembali. Namun masalah belum selesai, Guru Kang yang awalnya menutupi hal itu dari siswa karena perjanjiannya dengan Na Ri. Tapi karena Jeong Ho terus dituduh oleh Eun Hye bahwa dia pencurinya, akhirnya Jeong Ho yang tahu kejadian sebenarnya membeberkan bahwa pencurinya adalah Na Ri. Hye Sun sempat marah pada Na Ri karena hal itu, tapi perlahan Hye Sun mengerti kenapa Na Ri melakukan itu dan masalah selesai.

Gil Eun Hye, saingan berat Ha Gyeong dalam hal akademis. Eun Hye si pintar pun tak luput dari masalah karena ke congakannya. *sumpeh lebih benci sama Eun Hye daripada Jeong Ho. Eun Hye  adalah orang yang menuduh Jeong Ho mencuri handphone Hye Sun. Karena masalah ini, Ji Hoon dan Yi Kyung meminta Eun Hye untuk minta maaf pada Jeong Ho setelah kebenaran terkuak. Eun Hye yang sombong menolak mentah - mentah permintaan Ji Hoo dan Yi Kyung dan malah membuat masalah makin runyam. Guru Jung akhirnya memanggil Eun Hye. Dari percakapan mereka pun, Eun Hye tak henti memamerkan kesombongannya bahkan pada gurunya sendiri. Gue inget omongan Guru Jung ke Eun Hye, “Pintar dalam pelajaran nggak ada gunanya jika kamu nggak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,”

Persahabatan.
Drama ini kental dengan cerita persahabatan. Senengnya, yang terlibat lebih banyak adalah persahabatan antara cowok dan cowok, namja wa namja (biasanya kan anak laki nggak banget kalau dikisahkan dalam persahbatan sejati gini).

Kisah Go Nam Soon dan Park Heung So.
Mereka dulu bersahabat, saling menyayangi melebihi siapapun di dunia ini. Saling melindungi karena mereka sama – sama berandal. Mereka saling berbagi, layaknya saudara yang tak terpisahkan. Nam Soon selalu mensupport Heung So yang sangat mencintai sepak bola. Hingga suatu saat, Heung Soo memutuskan untuk pergi mengejar cita – citanya, menjadi pemain sepak bola. Karena marah akan ditinggal pergi, Nam Soon mengajak beberapa temannya untuk mengeroyok Heung Soo (adat di pergaulan di Korea sono, kalau mereka mau keluar dari sebuah genk, mereka akan dipukuli dulu *miris). Tanpa sengaja, Nam Soon menginjak entah betis entah lutut Heung So. Kaki Heong So pun patah. Sejak itu, mimpi Heung So untuk menjadi pemain bola pun hancur seketika. Ia bahkan tidak bisa melompat dari tempat tinggi dan berlari terlalu lama. Karena merasa bersalah dan tak pantas menjadi sahabatnya lagi, Nam Soon meninggalkan Heung So. Nam Soon tahu, Heung Soo akan sangat membencinya. Setelah sekian lama, akhirnya mereka bertemu lagi di SMU Seungri. Dengan kebencian Heung Soo dan rasa bersalah Nam Soon. Setelah melalui hari - hari penuh siksaan batin karena harus bersama lagi dalam satu kelas, masuk ruang BK bersama karena membuat masalah, dan dihukum bersama (kerjaannya Guru Kang)
Walaupun Heung So terlihat sangat membenci Nam Soon, tapi Nam Soon tak pernah lelah untuk melindungi Heung So untuk menebus rasa bersalahnya. Begitu pula Heung So, walau mulutnya berkata sangat membenci Nam Soon, ketika Nam Soon dalam bahaya, Heung Soo secara refleks akan berlari menolong Nam Soon. Mengharukan banget ketika Nam Soon dan Heung Soo terkurung di gudang, Heung Soo nggak sengaja mendorong Nam Soon dan tertindih beberapa bangku. Heung Soo panik dan hampir nangis liat Nam Soon pingsan.
Hari – hari berlalu bahkan sekolah sempat disuruh memilih antara Heung So atau Nam Soon ketika mereka dituduh sebagai biang keladi dari semua masalah. Saat itu, Nam Soon menawarkan diri pada Guru Jung agar dirinya yang dikeluarkan, jangan Heung So. Itu sungguh mengharu – biru. Akhirnya juga, terungkap dari mulut Heung So, “Aku membencimu bukan karena kau telah menghancurkan mimpiku. Aku harus kehilangan sepak bola, lalu kenapa kau juga meninggalkanku?” gue kejer-sekejer-kejernya -_-
Ternyata maunya Heung So, setelah Nam Soon melukai kakinya, Nam Soon tetap berada disisinya, bukan meninggalkannya. Tapi Nam Soon malah lari karena takut dan merasa bersalah :’( Heung So semakin membenci Nam Soon karena Nam Soon malah memandangnya dengan tatapan kasihan dan malah menghukum dirinya sendiri :’( gue pasti nangis kalau udah agedan Nam Soon Heung Soo. Padahal mereka Cuma ngomong doang gue bisa guling - guling nangis :’(

Kisah Song Ha Gyeong dan Lee Kang Joo
Walaupun sempat terjadi saling iri, tapi mereka terlalu sehati untuk dipisahkan :D

Oh Jeong Ho, Lee Yi Kyung dan Lee Hi Hoon

Go Nam Soon dan Han Young Woo
seperti kakak dan adik.

Byun Ki Deok dan Kim Dong Seok
Yang suka joget - joget, pake seragam terbalik, naruh baskom di kepala dan absurdtisme lainnya.

Gye Na Ri dan Shin Hye Sun
yang saling menyayangi walau persahabatan mereka sempat ternodai

Guru.
Dan yang terpenting sosok guru – guru yang nggak pernah lelah memperjuangkan anak didiknya. Salut banget sama kesabarannya Guru Jung In Jae, guru muda yang masih dalam masa percobaan di SMU Seungri. Kalau ngeliat dia keinginan gue jadi guru makin tambah. Dengan ekspresi nanarnya yang keliatan banget lelah dan selalu kayak mau nangis, dia nggak pernah lelah memperjuangkan dan membela anak didiknya. Sayang nya minta ampun sama kelas 2-2 bahkan pada sosok terparah Oh Jeong Ho sekalipun.

Dan Guru Kang Se Chan, guru pria yang rada nggak peka, simple, dan terlalu to the point. Walau dia sering beradu argument dengan Guru Jung, ia akan merasa hampa jika guru Jung tak ada disisinya.
Gue kira dua guru ini bakalan jadian, ternyata enggak -_-. Kalimat guru Kang yang bikin gue terharu ketika Guru Jung sudah menyerah dan akan dipecat, “Alasanku bertahan hingga saat ini menjadi guru adalah karena kau. Bahkan hingga akhirpun aku tetap tidak bisa menjadi seperti guru itu,” :’( 
Dapet banget chemistry mereka. Dan tenyata Choi Daniel aka Guru Kang Se Chan dan Jang Nara aka Guru Jung In Jae udah pernah main bareng sebagai main cast di drama sebelumnya: Baby Faced Beauty.
Endingnya, nggak ada yang terlibat cinta disini. Antara Guru Kang dan Guru Jung. Walaupun mereka saling membutuhkan satu sama lain, walaupun mereka merasa kehilangan jika salah satu dari mereka nggak ada, walaupun mereka saling membela satu sama lain. Begitu juga dengan Nam Soon dan Ha Kyeong, walaupun mereka tersipu satu sama lain ketika berbicara. Nggak ada.

Cast Favorit : Tentu aja, Go Nam Soon (Lee Jong Suk). Dengan jiwa kepahlawanannya walau tukang tidur dan rada bolot. :* Diikuti Kim Min Gi yang rendah hati walau ia pintar :D dan terakhir, Lee Kang Joo si tomboy dan ramah.

    

Komentarnya :
Dari segi chemistry, gue lebih setuju Nam Soon sama Kang Joo dan Heung Soo sama Ha Kyung. Inget waktu Heung So nuntun Ha Kyung pas kakinya luka, mereka papasan di tangga dengan Nam Soon dan Kang Joo, ihhh kalau itu romance drama pasti udah ribet kemana – mana.
Ketika Kang Joo berdarah oleh ulah Ha Gyeong, Nam Soon yang menolong Kang Joo dan membawa Kang Joo ke Unit Kesehatan. Ketika Ha Gyeong terluka saat Eun Hye dan Ji Hoo bertengkar, Heung Soo yang membawa Ha Gyeong ke Unit Kesehatan. Pas kan? (Walaupun pas Ha Gyeong pingsan yang bawa ia ke UKS emang Nam Soon juga -_-)

Dan pada akhirnya gue nggak membenci Jeong Ho karena dia anak yang sangat berbakti :’(

Sepetik percakapan antara Heung So dan Nam Soon
Heung So : Jika kau membenci pelajaran, kenapa kau tetap pergi ke sekolah?
Nam Soon : Karena tak ada lagi tempat yang bisa kutuju selain sekolah. Diluar sana hanya ada orang dewasa.
Karena kita pelajar. :’)

Dan baru sadar kalau posting ini amat sangat panjang. Mungkin resensi terpanjang yang pernah gue buat. EMPAT BINTANG DARI LIMA BINTANG!!

You Might Also Like

0 komentar

Comment