Mimpi Masa Kecil

December 26, 2017

Sejak usia gue enam tahun, gue sudah tersihir dengan keindahan Bosscha dalam legendary movie nya anak 90'an, "Petualangan Sherina". Semacem ngeliat keindahan Carousel di malam hari, atau pergi ke bukit bintang, seperti itu pula Bosscha bagi gue. 

Magic fairy tales.
Bosscha salah satunya.
Ada sesuatu disana yang membuat sesuatu dalam diri kita meminta bernostalgia barang sejenak.

Ketika gue yang begitu ingin kembali ke Bosscha dengan pikiran yang lebih jernih, lalu dihadapkan dengan papan dibawah ini, menurut kalian, gue bakal jadi apa?


Nyesek, tahu gak?

Gue nggak bicara soal perjuangan gue yang offroad lewatin jalur alternatif demi sampai di Lembang pake motor scoppy yang unyu itu, gue bicara soal kesempatan langka pergi ketempat ini yang baru dijabah setelah hampir sepuluh tahun berlalu. -_-

Ketika gue SMP, ayah gue pernah menjabah keinginan gue untuk pergi ke Observatorium ini padahal waktu itu Lembang macet parah. Maghrib-maghrib, naik sedan jadul, ayah gue bela-belain mendaki bukit sepi ditengah hutan, nelusurin ke gang kecil minim penerangan demi ngeliat Bosscha doang.

Dan..
Demi semesta alam dan seisinya,
Sore itu, langit berwarna lembayung,
dihadapan gue, bangunan bergaya jaman kolonial Belanda bertengger gagah di puncak bukit.
Dari atas sana, hamparan kemerlap Kota Bandung terlihat begitu jelas.

Ada perasaan asing yang sempat menjalar melihat bangunan klasik itu berpadu dengan pekatnya langit senja menuju malam. 

Subhanallah..
Nggak ada yang bisa gue lakuin selain takjub.

Sungguh sayang, waktu itu gue masih SMP. Gue belum paham dengan esensi 'momen berharga' yang harus diabadikan, handphone gue masih VGA nya yang nggak bisa dipake buat foto di tempat gelap, gue pun nggak bawa kamera yang bisa digunakan untuk membekukan keindahan itu.

Gue ingin mengulang kembali masa itu.
Gue ingin menyimpan kembali keindahan yang gue lihat kala itu.
Karena itu, gue bertekad suatu hari nanti gue harus kembali lagi kesana. Ke Bosscha. Membidik kembali momen yang tak sempat terabadikan itu.

Sungguh sayang memang,
Bahkan setelah hampir sepuluh tahun berlalu,
gue belum juga berhasil mengulang kembali momen itu.. 


Gambar yang gue ambil disekitar Bosscha dalam sesal dan kecewa.

So, for someone out there..
Rather than bring me walking around Cihampelas, please just take me there :')

You Might Also Like

0 komentar

Comment